BARRU – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan simpang Markas Besar Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Barru pada Selasa malam (13/01/2026). Walikota Jenderal TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, yang akrab disapa “Panglimata”, hadir melakukan kunjungan silaturahmi yang disambut antusias oleh jajaran pengurus dan masyarakat setempat.
Kunjungan mantan Pangdam XIV Hasanuddin ini diterima langsung oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Barru, Muhammad Ilyas Banno , bersama tokoh masyarakat Andi Jalil Mappiare .
Dalam berbagai hal, Andi Jalil Mappiare menyebut kehadiran Andi Muhammad sebagai berkah bagi masyarakat Barru. Ia menilai jejak jejak Sang Jenderal—mulai dari militer, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel, hingga kini memimpin Partai Hanura Sulsel—adalah bukti kapasitas kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Beliau adalah sosok yang betul-betul dibutuhkan masyarakat. Figur seperti dia menjadi harapan kita semua di tengah perkembangan zaman yang semakin maju,” ujar Andi Jalil.
Senada dengan itu, Muhammad Ilyas Banno menyampaikan rasa harunya. Di usianya yang menginjak 60 tahun, ia mengaku baru pertama kali kunjungannya dikunjungi oleh seorang jenderal bintang dua.
”Ini sebuah kehormatan dan kebanggaan pribadi bagi saya dan keluarga besar Pemuda Pancasila Barru,” ungkap Ilyas.
Andi Muhammad menjelaskan bahwa kunjungannya ke Barru memiliki makna yang mendalam. Selain urusan politik, Barru merupakan bagian dari sejarah kekerabatannya.
“Kita ini satu rumpun besar Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja. Paman saya dulu bertugas di sini, bupati-bupati terdahulu juga kerabat,” tuturnya.
Sebagai Ketua DPW Partai Hanura Sulsel, ia mengajak kader Pemuda Pancasila dan tokoh masyarakat untuk berani masuk ke dalam sistem demokrasi. Ia menegaskan komitmennya untuk mempermudah jalan bagi kader potensial yang ingin berjuang melalui jalur politik.
Ia Menjamin kemudahan bagi kader yang ingin berbakti melalui Partai Hanura tanpa adanya praktik yang memberatkan. Memotivasi warga untuk mandiri dalam mengelola SDA dan SDM, berkaca pada pengalaman kepemimpinannya di daerah konflik dan menonton global. Sinergi menjaga kondusivitas wilayah melalui kolaborasi ormas dan partai politik.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai simbol komitmen untuk terus menjaga persatuan di Kabupaten Barru.
