Barru Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Tujuh Kecamatan

Barru Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak di Tujuh Kecamatan

 

Barru – Pemerintah Kabupaten Barru bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Barru kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional. Kegiatan ini digelar secara serentak di tujuh kecamatan se-Kabupaten Barru pada Sabtu (30/8/2025), bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Gerakan ini menjadi bagian dari program nasional dalam rangka mendukung upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa GPM merupakan salah satu wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, pangan murah tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga meringankan beban masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas pangan, baik dari sisi ketersediaan maupun harga. Melalui Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga cabai dengan harga di bawah pasar,” ujarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Tanete Rilau, Tanete Riaja, Balusu, Barru, Mallusetasi, Soppeng Riaja, dan Pujananting. Setiap titik kegiatan dipadati masyarakat yang sejak pagi antusias berbelanja kebutuhan sehari-hari.

Perum Bulog Cabang Parepare yang menjadi mitra utama penyedia komoditas strategis menyuplai beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang dijual dengan harga Rp10.900 per kilogram, jauh di bawah harga pasar. Sementara itu, komoditas lain seperti minyak goreng, gula, dan telur ayam disediakan oleh distributor resmi dengan harga subsidi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Barru, dalam laporannya menjelaskan bahwa selain mendukung pengendalian inflasi, kegiatan ini juga untuk memastikan distribusi pangan merata hingga ke pelosok desa. “Kami berupaya agar masyarakat dari semua kecamatan bisa merasakan manfaat langsung. Bukan hanya di ibu kota kabupaten, tapi juga sampai ke tingkat desa,” jelasnya.

Salah seorang warga Desa Lipukasi, Nurhayati, mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Harga beras dan minyak goreng di pasar agak tinggi beberapa minggu terakhir, jadi sangat terbantu dengan adanya pangan murah ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilakukan,” ungkapnya.

Selain transaksi jual beli, dalam kegiatan GPM juga dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga pola konsumsi pangan yang bergizi seimbang. Hal ini sejalan dengan program diversifikasi pangan yang tengah didorong oleh pemerintah.

Gerakan Pangan Murah Nasional ini juga menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi kemungkinan lonjakan harga bahan pokok menjelang akhir tahun dan musim paceklik. Dengan adanya intervensi langsung dari pemerintah, diharapkan inflasi di Kabupaten Barru tetap terkendali serta daya beli masyarakat dapat terjaga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *