​Kadis Pendidikan Barru Hadiri Penamatan TK Wahdah Islamiyah, Sentil ‘Generasi Strawberry’ dan Tantangan Digitalisasi

​Kadis Pendidikan Barru Hadiri Penamatan TK Wahdah Islamiyah, Sentil ‘Generasi Strawberry’ dan Tantangan Digitalisasi

BARRU – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Andi Milawaty, S.Sos., MM, menghadiri acara penamatan Haflah Iktitam TK Islam Wahdah Islamiyah Angkatan XI Tahun Ajaran 2025/2026.

​Dalam acara tersebut, Kadis Pendidikan menyerahkan penghargaan dan ijazah secara simbolis kepada para wisudawan cilik, didampingi langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Al-Wahdah Islamiyah, Ustadz Supriadi Karim, S.Pi.

​Dalam perayaannya, Andi Milawaty memberikan apresiasi tinggi kepada para pendidik di TK Islam Wahdah Islamiyah. Ia melihat anak-anak yang tamat hari ini tampil dengan sangat percaya diri, yang menjadi indikator keberhasilan bimbingan para ustadz dan ustadzah.

​”Dinas Pendidikan selalu mendukung agar lingkungan sekolah bisa aman dan nyaman untuk anak-anak kita. Selain kompetensi guru, lingkungan sekolah sangat mempengaruhi kenyamanan belajar,” ujar Andi Milawaty di hadapan para orang tua murid (Abi/Ummi).

Ia juga menjelaskan pendekatan transisi pendidikan saat ini yang tidak lagi menjadikan guru sebagai satu-satunya pusat pembelajaran ( berpusat pada guru ). Saat ini, pemerintah mendorong metode pembelajaran mendalam , di mana murid menjadi fokus utama, lingkungan sekitar dijadikan laboratorium pembelajaran, dan guru bertindak sebagai pemantik serta pemberi umpan balik.

​”Membawa anak-anak keluar kelas menjadikan lingkungan sebagai laboratorium pembelajaran. Ini membuat mereka tidak mudah bosan dan mampu merumuskan strategi pemecahan masalah secara cepat terhadap fenomena di sekitar mereka,” tambahnya.

​Lebih lanjut Kadis Pendidikan menyampaikan adanya tonggak sejarah baru di tahun 2026 ini mengenai sistem evaluasi nasional. Evaluasi akhir di tingkat SD dan SMP kini bertransformasi menjadi Tes Kemampuan Akademik (TKA) berstandar nasional.

​”TKA ini menguji kemampuan literasi dan numerasi anak-anak kita. Bagaimana mereka menganalisis kejadian, berpikir kritis, dan mengambil tindakan cepat terhadap suatu permasalahan. Pembelajaran di TK Wahdah ini menjadi modal besar agar anak-anak tidak kaget saat melanjutkan ke tingkat SD,” jelasnya.

​Menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan keterbukaan informasi, Andi Milawaty mengingatkan para orang tua untuk aktif mengawal perkembangan anak di rumah. Beliau secara khusus berpesan agar anak-anak tidak tumbuh menjadi “Generasi Strawberry” —generasi yang tampak indah di luar namun rapuh, mudah marah, dan mudah goyah (baper) saat menghadapi tekanan.

​”Kita harus memperkuat karakter anak-anak kita berdasarkan budaya dan nilai yang baik agar tidak mudah terpapar dampak negatif keterbukaan informasi. Kita punya cita-cita besar menyongsong Indonesia Emas 2045, dan anak-anak inilah yang akan menjadi generasinya,” tegas Andi Milawaty. Di akhir Berabad-abad, beliau mengangkat anak-anak yang memiliki cita-cita tinggi menjadi dokter, ustadz/ustadzah, polisi, hingga presiden.

​Menutup Arahnya, Kadis Pendidikan juga berpesan kepada para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi melalui ruang belajar digital yang kini tersedia luas. Berdasarkan hasil evaluasi berkala, intervensi mendalam masih terus diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan literasi, numerasi, serta cara berpikir kritis dan logistik anak sejak dini.

​Pemerintah Kabupaten Barru menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Wahdah Islamiyah atas kontribusi nyatanya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di Kabupaten Barru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *