Barru, 6 Mei 2026 — Sebanyak 12 penumpang kereta api asal Jeneponto mengeluhkan keterlambatan jadwal perjalanan kereta dari Stasiun Maros menuju Stasiun Garongkong yang terjadi pada Rabu (6/5). Keterlambatan tersebut dinilai merugikan dan mencerminkan buruknya manajemen pelayanan transportasi publik.
Para penumpang menyebutkan bahwa jadwal keberangkatan yang seharusnya tepat waktu justru mengalami molor tanpa adanya penjelasan yang jelas dari pihak petugas. Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi penumpang yang memiliki keperluan mendesak.
Lebih memprihatinkan lagi, seorang penumpang perempuan asal Jalan Melati, Kabupaten Barru, mengaku sangat kecewa atas sikap petugas yang dinilai tidak responsif. Ia melakukan perjalanan dari Stasiun Garongkong menuju Stasiun Mandai dengan membawa seorang anak kecil serta barang bawaan yang cukup banyak, namun tidak mendapatkan bantuan dari petugas di lokasi.
“Saya sangat kesulitan, apalagi bawa anak kecil dan barang banyak. Tapi tidak ada satu pun petugas yang membantu,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Pantauan jurnalis di lapangan juga menunjukkan minimnya kehadiran petugas yang sigap dalam memberikan pelayanan kepada penumpang. Situasi ini
menimbulkan pertanyaan terkait standar pelayanan dan kesiapan petugas dalam menghadapi kebutuhan penumpang, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak.
Keterlambatan dan buruknya pelayanan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak pengelola kereta api. Transportasi publik seharusnya mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan kepastian waktu bagi seluruh pengguna jasa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan maupun evaluasi terhadap pelayanan petugas di lapangan.
